MANUSIA DAN KEGELISAHAN
(sebab-sebab kegelisahan dan cara mengatasinya)
Dalam pembahasan ini saya mendapat tugas untuk membahas manusia dan kegelisahan. Sebelum kita membahas tentang manusia dan kegelisahan, kita perlu mengetahui tentang pengertian dari kegelisahan itu sendiri. Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang mempunyai pengertian sebuah perasaan yang tidak tenang, selalu merasa khawatir, perasaan cemas akan sesuatu, perasaan tidak sabar. Jadi kegelisahan adalah sesuatu hal yang menggambarkan tingkah laku seseorang yang tidak tentram hatinya atau pun perbuatannya, selalu merasa khawatir, ketidaktenangan dalam menghadapi sesuatu masalah, perasaan tidak sabar ataupun kecemasan akan sesuatu.
Kegelisahan yang dialami oleh seseorang dapat dilihat dari tingkah laku atau gerak-gerik dalam situasi tertentu yang dialami orang tersebut. Tingkah laku atau gerak-gerik yang orang saat mengalami kegelisahan umumnya berbeda dengan biasanya, misalnya :
- Berjalan mondar-mandir dalam sebuah ruangan tertentu sambil menundukkan kepala
- Memandang jauh ke depan sambil mengepalkan tangannya (pandangan kosong)
- Duduk termenung sambil memegang kepalanya
- Duduk dengan wajah murung atau sayu
- Malas berbicara
- Dan lain-lainnya
Dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Masalah yang menyangkut kecemasan atau pun kegelisahan saling berkaitan dengan masalah frustasi, masalah frustasi yang dialami seseorang secara teori disebabkan karena apa yang diinginkan oleh orang tersebut tidak tercapai.
Menurut Sigmund Freud ahli psikoanalisa, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.
- KECEMASAN KENYATAAN (OBYEKTIF)
Merupakan kecemasan tentang sebuah kenyataan, seperti suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dari dunia luar. Bahaya merupakan sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya yang telah dialami dan timbulnya kegelisahan mungkin bersumber dari sifat pembawaan, bahwa seseorang mempunyai kecenderungan untuk menjadi takut jikalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu atau pun keadaan tertentu di lingkungannya. Misalnya pada saat seseorang pernah terkejut melihat bayangan putih saat ia hendak tidur. Rasa terkejut yang sedemikian hebat akan selalu terbayang di dalam pikiran orang tersebut, jika orang tersebut hendak pergi/pulang malam-malam sendirian ia akan takut akan tempat-tempat sepi dan gelap.
- KECEMASAN NEOROTIS (SYARAF)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah seseorang. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi 3 macam yaitu :
1. Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungannya. Kecemasan akan bayangannya sendiri atau takut akan id-nya sendiri, sehingga ia menekan dan menguasai ego. Kecemasan ini akan menjadi sifat dari orang-orang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa akan terjadi sesuatu yang hebat.
2. Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia). Bentuk atau aplikasi khusus dari phobia ini adalah intensitas ketakutan seseorang yang melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang ia takutkan.
3. Perasaan gugup, gagap dan sebagainya. Reaksi ini muncul secara tiba-tiba tanpa ada provokasi/sumber yang tegas. Sebuah reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari sebuah kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendakinya meskipun ego dan superego orang tersebut melarangnya.
- KECEMASAN MORIL
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Setiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi, antara lain : iri, benci, dendam, marah, dengki, gelisah, cinta dan rasa kurang.
Rasa iri, benci, dengki, dendam itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Oleh karena itu, sering alasan untuk iri, benci, dengki, dendam itu kurang dapat dipahami orang lain.
Sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji, bahkan akan mengakibatkan manusia merasakan khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa.
SEBAB-SEBAB ORANG MENGALAMI KEGELISAHAN
- Manusia pada hakikatnya takut akan kehilangan hak-hak yang telah dia dapatkan, hal ini terjadi karena adanya suatu ancaman dari luar maupun ancaman dari dalam.
eX : saya mengambil contoh yang sering terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada hakikatnya seseorang akan mengalami kegelisahan apabila orang tersebut takut akan kehilangan hak-hak yang dia dapatkan. Saya mengambil contoh seseorang anak di dalam kehidupannya sehari-hari, dari kecil hingga besar secara sadar/tidak di sadari kita telah mendapatkan hak-hak seorang anak. Walaupun kita mempunyai adik lebih dari 1, orang tua akan membagi hak-hak seorang anak sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Ada sebuah keluarga yang sederhana, keluarga tersebut memiliki 3 orang anak. Sosok orang tua dalam keluarga tersebut tidak pernah memberatkan hak-hak yang didapatkan anak-anaknya artinya menyamaratakan semua hak-hak yang akan didapatkan oleh anaknya. Pada suatu hari, entah mengapa salah satu anak dalam keluarga tersebut menjadi brutal dan tidak terkendali. Dalam perkataannya ia merasa tidak mendapatkan hak-haknya sebagai seorang anak. Orang tua dalam keluarga tersebut hanya bisa berfikir “apakah memang terjadi ketimpangan salah satu hak atau memang itu hanya kecemburuan sosial anak tersebut saja??”. Hampir setiap hari anak tersebut menjadi-jadi tingkah lakunya, hanya untuk bermain game online saja anak tersebut harus menjadi seorang maling (mengambil uang secara diam-diam) untuk memuaskan keinginannya akan bermain. Walaupun orang tua anak tersebut tahu bahwa anaknya yang telah berbuat seperti itu, tetapi orang tua anak tersebut tidak bisa berbuat banyak. Jika anak tersebut di tindak secara keras, maka yang terjadi akan lebih parah dari pada yang telah dilakukannya. Tetapi jika hanya di tindak secara halus, maka yang terjadi anak tersebut akan menjadi sombong (besar kepala). Rasa serba salah orang tua anak tersebut berujung pada kepasrahan kepada TUHAN, mereka telah berusaha untuk mengembalikan sifat asli anak tersebut tetapi semuanya tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Contoh diatas merupakan contoh kecil kegelisahan yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari, masih banyak contoh yang dapat kita ambil pelajarannya. Dan kemungkinan adanya kecemburuan sosial antara anak itu dapat terjadi jika salah satu anak merasa dirinya tidak diperhatikan atau anak tersebut iri karena melihat anak lain bisa bebas (tidak dibatasi apapun oleh orang tuanya) dan ia sendiri tidak merasa bebas karena dibatasi oleh orang tuanya.
CARA UNTUK MENGATASI KEGELISAHAN
- Usaha untuk mengatasi kegelisahan yang ada dalam kehidupan ini kita mulai dari diri kita sendiri. Untuk itu kita harus bersikap dan berfikir secara tenang, karena bersikap dan berfikir secara tenang itu kita dapat mengatasi sebuah masalah dalam kehidupan. Jika kita tidak berfikir dan bersikap tenang dalam mengatasi sebuah masalah hidup, kita akan salah dalam menentukan arah dan tujuan masalah yang akan kita selesaikan apakah masalah itu kita bawa ke dalam masalah baru atau kita bawa ke akhir masalah (penyelesaian).
- Kita juga harus mempunyai rasa percaya diri dalam menghadapi sebuah peristiwa dalam kehidupan. Karena percaya diri dalam seseorang itu penting dalam hidup, tidak hanya untuk menyelesaikan masalah tetapi percaya diri itu adalah sebuah perasaan untuk menentukan sikap dari orang tersebut. Karena hidup itu harus mempunyai prinsip hidup sendiri dan sikap yang tegas dalam menjalaninya. Karena jika tidak, kita tidak akan berani untuk membantah apa yang salah diajarkan di dalam hidup. Dan kita akan menjadi “robot” yang hanya bisa mengikuti apa kata orang lain, tidak berjalan menurut hati kita sebenarnya.
- Perbanyak melakukan kegiatan yang positif juga dapat menjauhi kita dari sifat kegelisahan, karena dengan kegiatan positif itulah kita secara otomatis akan berfikir secara positif tidak berfikir secara negatif. Kegiatan positif : beribadah, melaksanakan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.
Rabu, 27 April 2011
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
(ex : IBU MUS dalam cerita "LASKAR PELANGI")
Sebelum kita membahas tentang manusia dan tanggung jawab, kita seharusnya tahu definisi dari tanggung jawab terlebih dahulu.
Tanggung jawab merupakan sebuah konsekuensi dari hasil perbuatan yang kita lakukan dan tanggung jawab itu bersifat wajib pada apa yang telah kita lakukan secara sadar dengan sengaja atau pun tidak di sengaja secara lisan maupun tulisan. Jika kita tidak mempunyai tanggung jawab akan semua perbuatan kita, maka kita akan dinilai sebagai orang yang tidak bertanggung jawab, karena tanggung jawab akan sebuah perbuatan itu tidak hanya tanggung jawab untuk diri sendiri.
Ada beberapa tingkatan dalam tanggung jawab :
- Tanggung jawab kepada TUHAN
- Tanggung jawab kepada BANGSA / NEGARA
- Tanggung jawab kepada KELUARGA
- Tanggung jawab kepada MASYARAKAT/ORANG LAIN
- dan Tanggung jawab kepada DIRI SENDIRI
Dalam sebuah perbuatan/tingkah laku seseorang, tanggung jawab yang menjadi kewajiban itu tidak hanya untuk diri sendiri melainkan tanggung jawab kepada TUHAN, tanggung jawab kepada BANGSA / NEGARA, tanggung jawab kepada KELUARGA dan tanggung jawab kepada MASYARAKAT/ORANG LAIN disekitar kita. Tanggung jawab diatas berhubungan satu sama lain. Jika seorang bisa bertanggung jawab kepada diri sendiri maka sudah dapat dinilai bahwa orang tersebut dapat bertanggung jawab kepada TUHAN, BANGSA / NEGARA, KELUARGA dan MASYARAKAT/ORANG LAIN. Jika orang tersebut tidak dapat bertanggung jawab kepada diri sendiri, maka orang tersebut tidak dapat pula bertanggung jawab kepada TUHAN, ORANG TUA, KELUARGA dan MASYARAKAT/ORANG LAIN. Karena saya telah mengetahui bahwa jika kita tidak bisa bertanggung jawab kepada tingkatan yang paling bawah (DIRI SENDIRI), maka dalam hakikatnya kita tidak akan bisa bertanggung jawab kepada yang diatasnya (TUHAN, BANGSA / NEGARA, KELUARGA DAN MASYARAKAT/ORANG LAIN). Karena seharusnya dalam hidup ini kita diwajibkan untuk bertanggung jawab kepada semuanya tanpa terkecuali. Karena sebuah TANGGUNG JAWAB menentukan sifat dari orang tersebut. TANGGUNG JAWAB pula harus dilakukan dengan KESADARAN akan perbuatan yang telah dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja, lisan maupun tulisan.
Dalam tulisan ini saya akan membahas sebuah tanggung jawab dari seorang guru dalam cerita “LASKAR PELANGI” yaitu IBU GURU MUSLIMAH.
Saya belum pernah menonton film tersebut, tetapi saya telah membaca sinopsis cerita dalam film ataupun novel LASKAR PELANGI. IBU GURU MUSLIMAH atau yang sering di panggil IBU MUS (dalam cerita) ini mempunyai sifat tanggung jawab yang besar dalam menjalani profesinya, seorang yang penyabar dan mempunyai tekat yang keras untuk memajukan sebuah sekolah kecil. IBU MUS ini di dalam kenyataannya (bukan di dalam cerita) memang seorang yang mempunyai keteguhan hati dan penyabar dalam mengajar. Tanggung jawabnya sebagai profesi yang sulit (menurut saya) yaitu guru, harus kita contoh karena dia tidak pernah menyerah untuk memberikan ilmu yang telah dia dapat kepada anak-anak miskin yang tidak pernah merasakan bersekolah. Sebagai seorang guru SD IBU MUS ini tidak pernah melupakan tanggung jawabnya, seperti : mengajar, menafkahi keluarganya, beribadah dan ikhlas memajukan pendidikan di sebuah sekolah yang jauh dari keramaian. Walaupun hanya di beri gaji/imbalan 15kg beras/per bulan dari hasil mengajar dan dia harus membanting tulang menjahit hingga larut malam untuk menutupi semua kebutuhan yang dia dan keluarganya butuhkan. Secara objektif : Cerita LASKAR PELANGI diatas memberikan banyak pelajaran tentang tanggung jawab KEPADA TUHAN, tanggung jawab kepada BANGSA/NEGARA, tanggung jawab kepada KELUARGA, tanggung jawab kepada MASYARAKAT/ORANG LAIN dan tanggung jawab kepada DIRI SENDIRI. Secara subjektif telah saya jelaskan diatas, walaupun tidak semua yang bisa saya jelaskan tetapi cukup untuk menjelaskan tentang kewajiban akan tanggung jawab sebuah profesi yang tidak pernah mengenal lelah, tidak pernah mengenal tanda jasa dan tidak pernah membedakan satu dengan yang lainnya.
Menurut saya : banyak dari masyarakat Indonesia sekarang ini melupakan tanggung jawab mereka, contoh yang paling sederhana ialah seorang pelajar di zaman sekarang ini. Seiring dengan kemajuan zaman yang cepat, banyak pelajar yang melupakan tanggung jawab mereka kepada TUHAN, tanggung jawab kepada BANGSA/NEGARA mereka, tanggung jawab kepada KELUARGA, tanggung jawab kepada MASYARAKAT/ORANG LAIN dan tanggung jawab kepada diri mereka sendiri.
Kebanyakan dari pelajar sekarang ini hanya menginginkan “KESENANGAN” semata, menginginkan semuanya serba cepat, menginginkan semuanya simple dan tidak pernah mau usaha terlebih dahulu. Mereka melupakan kewajiban akan tugas mereka sebagai seorang pelajar, mereka juga telah melupakan sebuah tanggung jawab akan perbuatan yang mereka lakukan. Mereka hanya tahu bahwa mereka ingin lakukan perbuatan itu dan tidak memikirkan konsekuensi dari perbuatan mereka. Saya melihat sebuah thread di forum sebuah website, bahwa pelajar SD-SMA sekarang telah dirusak oleh sebuah GAME ONLINE yang sering mereka mainkan. Kerusakan itu tidak hanya di dalam sebuah permainan ONLINE, tetapi di lingkungan mereka yang membentuk mereka menjadi manusia yang tidak bertanggung jawab. Karena lingkungan mempunyai faktor yang paling besar dalam membentuk tingkah laku seseorang, jika lingkungan sudah mengajarkan kerusakan maka yang dihasilkan kerusakan pula. Sebaliknya, jika lingkungan mengajarkan kebaikan maka kebaikan pula yang akan dihasilkan.
(ex : IBU MUS dalam cerita "LASKAR PELANGI")
Sebelum kita membahas tentang manusia dan tanggung jawab, kita seharusnya tahu definisi dari tanggung jawab terlebih dahulu.
Tanggung jawab merupakan sebuah konsekuensi dari hasil perbuatan yang kita lakukan dan tanggung jawab itu bersifat wajib pada apa yang telah kita lakukan secara sadar dengan sengaja atau pun tidak di sengaja secara lisan maupun tulisan. Jika kita tidak mempunyai tanggung jawab akan semua perbuatan kita, maka kita akan dinilai sebagai orang yang tidak bertanggung jawab, karena tanggung jawab akan sebuah perbuatan itu tidak hanya tanggung jawab untuk diri sendiri.
Ada beberapa tingkatan dalam tanggung jawab :
- Tanggung jawab kepada TUHAN
- Tanggung jawab kepada BANGSA / NEGARA
- Tanggung jawab kepada KELUARGA
- Tanggung jawab kepada MASYARAKAT/ORANG LAIN
- dan Tanggung jawab kepada DIRI SENDIRI
Dalam sebuah perbuatan/tingkah laku seseorang, tanggung jawab yang menjadi kewajiban itu tidak hanya untuk diri sendiri melainkan tanggung jawab kepada TUHAN, tanggung jawab kepada BANGSA / NEGARA, tanggung jawab kepada KELUARGA dan tanggung jawab kepada MASYARAKAT/ORANG LAIN disekitar kita. Tanggung jawab diatas berhubungan satu sama lain. Jika seorang bisa bertanggung jawab kepada diri sendiri maka sudah dapat dinilai bahwa orang tersebut dapat bertanggung jawab kepada TUHAN, BANGSA / NEGARA, KELUARGA dan MASYARAKAT/ORANG LAIN. Jika orang tersebut tidak dapat bertanggung jawab kepada diri sendiri, maka orang tersebut tidak dapat pula bertanggung jawab kepada TUHAN, ORANG TUA, KELUARGA dan MASYARAKAT/ORANG LAIN. Karena saya telah mengetahui bahwa jika kita tidak bisa bertanggung jawab kepada tingkatan yang paling bawah (DIRI SENDIRI), maka dalam hakikatnya kita tidak akan bisa bertanggung jawab kepada yang diatasnya (TUHAN, BANGSA / NEGARA, KELUARGA DAN MASYARAKAT/ORANG LAIN). Karena seharusnya dalam hidup ini kita diwajibkan untuk bertanggung jawab kepada semuanya tanpa terkecuali. Karena sebuah TANGGUNG JAWAB menentukan sifat dari orang tersebut. TANGGUNG JAWAB pula harus dilakukan dengan KESADARAN akan perbuatan yang telah dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja, lisan maupun tulisan.
Dalam tulisan ini saya akan membahas sebuah tanggung jawab dari seorang guru dalam cerita “LASKAR PELANGI” yaitu IBU GURU MUSLIMAH.
Saya belum pernah menonton film tersebut, tetapi saya telah membaca sinopsis cerita dalam film ataupun novel LASKAR PELANGI. IBU GURU MUSLIMAH atau yang sering di panggil IBU MUS (dalam cerita) ini mempunyai sifat tanggung jawab yang besar dalam menjalani profesinya, seorang yang penyabar dan mempunyai tekat yang keras untuk memajukan sebuah sekolah kecil. IBU MUS ini di dalam kenyataannya (bukan di dalam cerita) memang seorang yang mempunyai keteguhan hati dan penyabar dalam mengajar. Tanggung jawabnya sebagai profesi yang sulit (menurut saya) yaitu guru, harus kita contoh karena dia tidak pernah menyerah untuk memberikan ilmu yang telah dia dapat kepada anak-anak miskin yang tidak pernah merasakan bersekolah. Sebagai seorang guru SD IBU MUS ini tidak pernah melupakan tanggung jawabnya, seperti : mengajar, menafkahi keluarganya, beribadah dan ikhlas memajukan pendidikan di sebuah sekolah yang jauh dari keramaian. Walaupun hanya di beri gaji/imbalan 15kg beras/per bulan dari hasil mengajar dan dia harus membanting tulang menjahit hingga larut malam untuk menutupi semua kebutuhan yang dia dan keluarganya butuhkan. Secara objektif : Cerita LASKAR PELANGI diatas memberikan banyak pelajaran tentang tanggung jawab KEPADA TUHAN, tanggung jawab kepada BANGSA/NEGARA, tanggung jawab kepada KELUARGA, tanggung jawab kepada MASYARAKAT/ORANG LAIN dan tanggung jawab kepada DIRI SENDIRI. Secara subjektif telah saya jelaskan diatas, walaupun tidak semua yang bisa saya jelaskan tetapi cukup untuk menjelaskan tentang kewajiban akan tanggung jawab sebuah profesi yang tidak pernah mengenal lelah, tidak pernah mengenal tanda jasa dan tidak pernah membedakan satu dengan yang lainnya.
Menurut saya : banyak dari masyarakat Indonesia sekarang ini melupakan tanggung jawab mereka, contoh yang paling sederhana ialah seorang pelajar di zaman sekarang ini. Seiring dengan kemajuan zaman yang cepat, banyak pelajar yang melupakan tanggung jawab mereka kepada TUHAN, tanggung jawab kepada BANGSA/NEGARA mereka, tanggung jawab kepada KELUARGA, tanggung jawab kepada MASYARAKAT/ORANG LAIN dan tanggung jawab kepada diri mereka sendiri.
Kebanyakan dari pelajar sekarang ini hanya menginginkan “KESENANGAN” semata, menginginkan semuanya serba cepat, menginginkan semuanya simple dan tidak pernah mau usaha terlebih dahulu. Mereka melupakan kewajiban akan tugas mereka sebagai seorang pelajar, mereka juga telah melupakan sebuah tanggung jawab akan perbuatan yang mereka lakukan. Mereka hanya tahu bahwa mereka ingin lakukan perbuatan itu dan tidak memikirkan konsekuensi dari perbuatan mereka. Saya melihat sebuah thread di forum sebuah website, bahwa pelajar SD-SMA sekarang telah dirusak oleh sebuah GAME ONLINE yang sering mereka mainkan. Kerusakan itu tidak hanya di dalam sebuah permainan ONLINE, tetapi di lingkungan mereka yang membentuk mereka menjadi manusia yang tidak bertanggung jawab. Karena lingkungan mempunyai faktor yang paling besar dalam membentuk tingkah laku seseorang, jika lingkungan sudah mengajarkan kerusakan maka yang dihasilkan kerusakan pula. Sebaliknya, jika lingkungan mengajarkan kebaikan maka kebaikan pula yang akan dihasilkan.
Selasa, 29 Maret 2011
MEMBAHAS KEINDAHAN GEREJA KATHEDRAL
ARSITEKTUR GEREJA KATEDRAL, JAKARTA
Awalnya saya tidak mengetahui apapun tentang Gereja Katedral. Tetapi setelah mencari informasi lewat internet dan sebagainya, saya tahu sedikit tetang arsitektur Gereja Katedral ini. Gereja Kathedral ini memang terlihat indah jika dilihat secara arsitektur, maka saya akan membahas sedikit tentang arsitektur Gereja ini.
Gereja Katedral merupakan salah satu simbol gereja kristen-katolik. Gereja ini diresmikan pada tahun 1901, dan Gereja ini dikenal sebagai salah satu bangunan yang elegan dan cantik. Gaya arsitektur Gereja ini disebut Neogotik. Neogotik merupakan “tiruan gaya gotik”. Pada akhir abad ke-19, mengejar bentuk adalah lazim, tidak lahir dari konstruksi murni. Dalam arsitektur asli Gotik, menara dibuat dari susunan batu alam secara filigran (rajutan halus). Tetapi pada Gereja Katedral sudah diganti dengan bahan modern, yaitu baja. Di Eropa, baja yang dikonstruksikan dengan hiasan seolah-olah pahatan batu. Gaya seperti ini yang membuat pengaruh besar di dalam pembuatan sebuah bangunan. Bangunan Gereja Katedral ini seperti bangunan Gereja di Eropa, Gereja Katedral ini mempunyai ciri :
- Teritis atap yang kecil
- Jendela tinggi lebar
- Dibagian barat Gereja Katedral, terdapat jendela rosetta yang besar dihiasi kaca patri yang indah
- Hiasan dinding berupa lukisan keramik karya Th MolKeboer yang dikerjakan di Belanda. Gayanya sudah mendekati gaya Jugendstil/Amsterdamsche School yang lebih modern.
Gereja Katedral mempunyai ukuran yang cukup besar, mempunyai kapasitas 900 orang dengan bangku yang cukup kokoh, ketinggian ruang Gereja ini sangat mengagumkan.
Dalam garis besarnya, Gereja Katedral ini merupakan jenis Gereja salib yaitu ruangannya berbentuk sebuah salib, dengan panjang 60 meter dan lebar 20 meter. Gereja ini mempunyai balkon selebar 5 meter dengan ketinggian 7 meter. Ruangan altar menempati bagian atas batang salibnya. Arah bangunan dari segi panjang diletakkan pada sumbu timur-barat yang mengurangi terik Matahari langsung. Sistem pembangunan Gereja ini sangat mengacu pada arsitektur Barat.
Gereja Katedral ini memiliki 3 menara, yaitu :
- Menara Benteng Daud
- Menara Gading
- dan Menara Angelus Dei
Di Menara Gading terdapat jam yang seharusnya tertulis van Arcken % Cie dan terdapat lonceng yang lebih kecil dan disumbangkan oleh Tuan Chasse. Pada Menara Daud, terdapat lonceng yang dihadiahkan oleh Clemens George Marie van Arcken. Lonceng yang terbesar bernama Wilhelmus yang merupakan hadiah dari Tuan J.H de Wit.
Di bagian depan Gereja ini terdapat Patung Kristus Raja. Juga terdapat patung Maria dan ada tulisan Beatam Me Dicentes Omnes’ yang berarti “Semua keturunan menyebut aku bahagia”.
GEREJA KATEDRAL SEBAGAI PENANDA KOTA JAKARTA
Gereja Katedral merupakan penanda (landmark) megah di Jakarta, di depan halaman yang luas, sekarang lebih dikenal dengan lapangan Banteng.
Pada zaman Jepang, Gereja ini sempat dicat hijau untuk perlindungan dari pengeboman pada malam hari. Warna hijau tersebut masih bertahan hingga setelah kemerdekaan sampai pemugaran tahun 1988, yang kemudian Gereja ini dicat warna semen sehingga lebih terasa sebagai batu alam.
Konstruksi Gereja Katedral ini terdiri dari dinding batu bata tebal yang kemudian diplester dan diberi pola seperti susunan batu alam. Kuda-kuda kayu jati terbentang lebar dan dikerjakan oleh tukang-tukang kwongfu. Sadar akan harga diri profesinya, mereka dengan bangga membuat inskripsi tanda nama mereka menggunakan huruf Mandarin.
Atap Gereja ini ditutup dengan sirap, dan pada waktu pemugaran, sudah terdapat banyak bocoran pada atap tersebut. Hal ini diperkirakan terjadi pada sambungan-sambungan peralihan dengan menara kecil baja dan sebagainya. Bocoran yang terjadi kemungkinan dikarenakan terlalu dipaksakan dalam pembuatannya demi mengejar bentuk dan bahan, tetapi tidak terselesaikan walaupun sudah ada pemugaran besar-besaran pada tahun 1925. Karena kebocoran sudah sangat mengganggu, pemugaran pada tahun 1988 di usulkan untuk mengganti seluruh atap dengan lapisan tembaga, seperti pada bangunan besar di Eropa. Penggantian tersebut memberikan hasil yang cukup memuaskan hingga sekarang. Oksidasi awalnya akan membuat warna kecoklatan. Lapisan ini selanjutnya merupakan perlindungan permanen terhadap bahan itu sendiri. Rancangan bentuk pagar Gereja Katedral ini disebut “konsektual”, dengan berbagai alternatif memerlukan waktu enam bulan tersendiri.
GEREJA KATEDRAL SEBAGAI CAGAR BUDAYA
Gereja Katedral ini dilindungi hukum karena merupakan cagar budaya dan penanda penting dalam tatanan Kota Jakarta. Gereja Katedral ini juga merupakan simbol yang tidak dapat dipisahkan dari kerukunan antar-agama.
Dalam segi perkembangan arsitektur di Indonesia, Gereja Katedral merupakan contoh bangunan gaya Eropa yang tidak disesuaikan dengan kondisi tropis-budaya. Dalam perkembangannya, Gereja-Gereja yang dibangun dengan gaya Neo-gotik mencoba mengintegrasikan diri dengan kebudayaan setempat.
sumber :
- http://www.arsitekturindis.com/?p=122
- http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja_Katedral_Jakarta
Awalnya saya tidak mengetahui apapun tentang Gereja Katedral. Tetapi setelah mencari informasi lewat internet dan sebagainya, saya tahu sedikit tetang arsitektur Gereja Katedral ini. Gereja Kathedral ini memang terlihat indah jika dilihat secara arsitektur, maka saya akan membahas sedikit tentang arsitektur Gereja ini.
Gereja Katedral merupakan salah satu simbol gereja kristen-katolik. Gereja ini diresmikan pada tahun 1901, dan Gereja ini dikenal sebagai salah satu bangunan yang elegan dan cantik. Gaya arsitektur Gereja ini disebut Neogotik. Neogotik merupakan “tiruan gaya gotik”. Pada akhir abad ke-19, mengejar bentuk adalah lazim, tidak lahir dari konstruksi murni. Dalam arsitektur asli Gotik, menara dibuat dari susunan batu alam secara filigran (rajutan halus). Tetapi pada Gereja Katedral sudah diganti dengan bahan modern, yaitu baja. Di Eropa, baja yang dikonstruksikan dengan hiasan seolah-olah pahatan batu. Gaya seperti ini yang membuat pengaruh besar di dalam pembuatan sebuah bangunan. Bangunan Gereja Katedral ini seperti bangunan Gereja di Eropa, Gereja Katedral ini mempunyai ciri :
- Teritis atap yang kecil
- Jendela tinggi lebar
- Dibagian barat Gereja Katedral, terdapat jendela rosetta yang besar dihiasi kaca patri yang indah
- Hiasan dinding berupa lukisan keramik karya Th MolKeboer yang dikerjakan di Belanda. Gayanya sudah mendekati gaya Jugendstil/Amsterdamsche School yang lebih modern.
Gereja Katedral mempunyai ukuran yang cukup besar, mempunyai kapasitas 900 orang dengan bangku yang cukup kokoh, ketinggian ruang Gereja ini sangat mengagumkan.
Dalam garis besarnya, Gereja Katedral ini merupakan jenis Gereja salib yaitu ruangannya berbentuk sebuah salib, dengan panjang 60 meter dan lebar 20 meter. Gereja ini mempunyai balkon selebar 5 meter dengan ketinggian 7 meter. Ruangan altar menempati bagian atas batang salibnya. Arah bangunan dari segi panjang diletakkan pada sumbu timur-barat yang mengurangi terik Matahari langsung. Sistem pembangunan Gereja ini sangat mengacu pada arsitektur Barat.
Gereja Katedral ini memiliki 3 menara, yaitu :
- Menara Benteng Daud
- Menara Gading
- dan Menara Angelus Dei
Di Menara Gading terdapat jam yang seharusnya tertulis van Arcken % Cie dan terdapat lonceng yang lebih kecil dan disumbangkan oleh Tuan Chasse. Pada Menara Daud, terdapat lonceng yang dihadiahkan oleh Clemens George Marie van Arcken. Lonceng yang terbesar bernama Wilhelmus yang merupakan hadiah dari Tuan J.H de Wit.
Di bagian depan Gereja ini terdapat Patung Kristus Raja. Juga terdapat patung Maria dan ada tulisan Beatam Me Dicentes Omnes’ yang berarti “Semua keturunan menyebut aku bahagia”.
GEREJA KATEDRAL SEBAGAI PENANDA KOTA JAKARTA
Gereja Katedral merupakan penanda (landmark) megah di Jakarta, di depan halaman yang luas, sekarang lebih dikenal dengan lapangan Banteng.
Pada zaman Jepang, Gereja ini sempat dicat hijau untuk perlindungan dari pengeboman pada malam hari. Warna hijau tersebut masih bertahan hingga setelah kemerdekaan sampai pemugaran tahun 1988, yang kemudian Gereja ini dicat warna semen sehingga lebih terasa sebagai batu alam.
Konstruksi Gereja Katedral ini terdiri dari dinding batu bata tebal yang kemudian diplester dan diberi pola seperti susunan batu alam. Kuda-kuda kayu jati terbentang lebar dan dikerjakan oleh tukang-tukang kwongfu. Sadar akan harga diri profesinya, mereka dengan bangga membuat inskripsi tanda nama mereka menggunakan huruf Mandarin.
Atap Gereja ini ditutup dengan sirap, dan pada waktu pemugaran, sudah terdapat banyak bocoran pada atap tersebut. Hal ini diperkirakan terjadi pada sambungan-sambungan peralihan dengan menara kecil baja dan sebagainya. Bocoran yang terjadi kemungkinan dikarenakan terlalu dipaksakan dalam pembuatannya demi mengejar bentuk dan bahan, tetapi tidak terselesaikan walaupun sudah ada pemugaran besar-besaran pada tahun 1925. Karena kebocoran sudah sangat mengganggu, pemugaran pada tahun 1988 di usulkan untuk mengganti seluruh atap dengan lapisan tembaga, seperti pada bangunan besar di Eropa. Penggantian tersebut memberikan hasil yang cukup memuaskan hingga sekarang. Oksidasi awalnya akan membuat warna kecoklatan. Lapisan ini selanjutnya merupakan perlindungan permanen terhadap bahan itu sendiri. Rancangan bentuk pagar Gereja Katedral ini disebut “konsektual”, dengan berbagai alternatif memerlukan waktu enam bulan tersendiri.
GEREJA KATEDRAL SEBAGAI CAGAR BUDAYA
Gereja Katedral ini dilindungi hukum karena merupakan cagar budaya dan penanda penting dalam tatanan Kota Jakarta. Gereja Katedral ini juga merupakan simbol yang tidak dapat dipisahkan dari kerukunan antar-agama.
Dalam segi perkembangan arsitektur di Indonesia, Gereja Katedral merupakan contoh bangunan gaya Eropa yang tidak disesuaikan dengan kondisi tropis-budaya. Dalam perkembangannya, Gereja-Gereja yang dibangun dengan gaya Neo-gotik mencoba mengintegrasikan diri dengan kebudayaan setempat.
sumber :
- http://www.arsitekturindis.com/?p=122
- http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja_Katedral_Jakarta
MANUSIA DAN PENDERITAAN
MANUSIA DAN PENDERITAAN
PENGERTIAN PENDERITAAN
Dalam hidup semua orang pasti pernah merasakan penderitaan dengan berbagai macam cara dan bentuknya. Penderitaan tersebut dapat diartikan merasakan / menanggung suatu hal yang tidak menyenangkan di dalam hidupnya.
Pada hakikatnya manusia telah diberi kesenangan oleh ALLAH SWT. Jika kesenangan yang telah diberikan oleh ALLAH SWT tersebut disalahgunakan, maka sebuah penderitaan muncul dengan caranya tersendiri. Banyak contoh penderitaan yang telah dialami oleh orang lain dan terulang kembali tetapi penderitaan tersebut kita yang mengalami, hal tersebut terjadi karena kita tidak pernah belajar untuk bagaimana mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan untuk kita.
Zaman sekarang banyak orang yang hanya menginginkan semuanya menjadi lebih cepat, tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi jika keinginan tersebut menjadi kenyataan. Kebanyakan orang sekarang hanya memikirkan diri sendiri (egois) tidak memperdulikan / menghiraukan kepentingan orang lain. Dan zaman sekarang orang akan berbuat sesuatu yang lebih baik jika ada peristiwa / kejadian yang terjadi lebih dahulu, tanpa berfikir “kenapa baru sekarang saya berbuat baik, mengapa jika ada sebuah peristiwa yang terjadi baru saya berbuat baik, mengapa tidak secara respons saya selalu berbuat baik??”. Pertanyaan itu yang seharusnya ditanyakan kepada semua orang di zaman sekarang yang semuanya serba ada.
Contoh:
BILQIS,
Bilqis Anindya Pasha adalah sebuah nama lengkap untuk seorang balita 19 bulan yang menderita penyakit kelainan ATRESIA BILIER. Penyakit kelainan tersebut timbul akibat rusaknya saluran empedu diluar hati sehingga tidak ada aliran empedu dari hati ke dalam usus 12 jari yang normalnya terjadi. Karena kelainan tersebut, Bilqis tidak dapat menikmati hidup layaknya seorang balita seusianya.
Kehadiran Bilqis pula yang telah memberi banyak pelajaran kepada semua orang, tentang cinta dan pengorbanan dari seorang balita berumur 19 bulan. Munculnya Bilqis dalam berita mampu menyedot perhatian seluruh masyarakat di Indonesia. Bilqis berusaha untuk tegar menghadapi penyakit yang sangat menguras tenaga maupun harta.
Karena ketegaran Bilqis itulah, para dermawan di Indonesia tergugah hatinya untuk membantu sebisa mungkin dalam kesembuhan Bilqis. Melalui penggalangan dana Koin Cinta Bilqis, dana yang terkumpul lebih dari Rp 1,1 Miliar.
Awalnya dana tersebut akan digunakan untuk operasi cangkok hati demi harapan kesembuhan Bilqis. Dan secercah harapan timbul dan kemudian tenggelam kembali saat paru-paru Bilqis terserang bakteri ganas dan mematikan. Bayi yang lahir 20 agustus 2008 itu pada akhirnya harus menyerah pada ATRESIA BILIER yang telah menyertainya sejak ia lahir. Bilqis Anindya Passa meninggal pada 10 April 2010 pukul 15.15 di RS Karyadi, Semarang, Jawa Tengah. Bilqis meninggal diakibatkan gagal pernafasan dalam proses sebelum operasi cangkok hati.
Bilqis adalah inspirator bagi banyak orang, masih banyak Bilqis-Bilqis lain yang masih membutuhkan uluran dari tangan para dermawan. Seharusnya kita tidak hanya menunggu peristiwa seperti ini terjadi baru kemudian kita bergerak membantu, kita harus bergerak sebelum banyak peristiwa seperti ini terjadi. Dan kita wajib bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh ALLAH SWT, karena anggota keluarga kita maupun kita sendiri masih diberikan kesehatan lahir dan batin tanpa ada yang kurang.
Sumber :
- http://nasional.kompas.com/read/2010/04/11/14043116/Pelajaran.Cinta.dari.Bilqis
- http://masuk.blogrezzaprawiratama.co.cc/2010/04/pengertian-penderitaan.html
PENGERTIAN PENDERITAAN
Dalam hidup semua orang pasti pernah merasakan penderitaan dengan berbagai macam cara dan bentuknya. Penderitaan tersebut dapat diartikan merasakan / menanggung suatu hal yang tidak menyenangkan di dalam hidupnya.
Pada hakikatnya manusia telah diberi kesenangan oleh ALLAH SWT. Jika kesenangan yang telah diberikan oleh ALLAH SWT tersebut disalahgunakan, maka sebuah penderitaan muncul dengan caranya tersendiri. Banyak contoh penderitaan yang telah dialami oleh orang lain dan terulang kembali tetapi penderitaan tersebut kita yang mengalami, hal tersebut terjadi karena kita tidak pernah belajar untuk bagaimana mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan untuk kita.
Zaman sekarang banyak orang yang hanya menginginkan semuanya menjadi lebih cepat, tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi jika keinginan tersebut menjadi kenyataan. Kebanyakan orang sekarang hanya memikirkan diri sendiri (egois) tidak memperdulikan / menghiraukan kepentingan orang lain. Dan zaman sekarang orang akan berbuat sesuatu yang lebih baik jika ada peristiwa / kejadian yang terjadi lebih dahulu, tanpa berfikir “kenapa baru sekarang saya berbuat baik, mengapa jika ada sebuah peristiwa yang terjadi baru saya berbuat baik, mengapa tidak secara respons saya selalu berbuat baik??”. Pertanyaan itu yang seharusnya ditanyakan kepada semua orang di zaman sekarang yang semuanya serba ada.
Contoh:
BILQIS,
Bilqis Anindya Pasha adalah sebuah nama lengkap untuk seorang balita 19 bulan yang menderita penyakit kelainan ATRESIA BILIER. Penyakit kelainan tersebut timbul akibat rusaknya saluran empedu diluar hati sehingga tidak ada aliran empedu dari hati ke dalam usus 12 jari yang normalnya terjadi. Karena kelainan tersebut, Bilqis tidak dapat menikmati hidup layaknya seorang balita seusianya.
Kehadiran Bilqis pula yang telah memberi banyak pelajaran kepada semua orang, tentang cinta dan pengorbanan dari seorang balita berumur 19 bulan. Munculnya Bilqis dalam berita mampu menyedot perhatian seluruh masyarakat di Indonesia. Bilqis berusaha untuk tegar menghadapi penyakit yang sangat menguras tenaga maupun harta.
Karena ketegaran Bilqis itulah, para dermawan di Indonesia tergugah hatinya untuk membantu sebisa mungkin dalam kesembuhan Bilqis. Melalui penggalangan dana Koin Cinta Bilqis, dana yang terkumpul lebih dari Rp 1,1 Miliar.
Awalnya dana tersebut akan digunakan untuk operasi cangkok hati demi harapan kesembuhan Bilqis. Dan secercah harapan timbul dan kemudian tenggelam kembali saat paru-paru Bilqis terserang bakteri ganas dan mematikan. Bayi yang lahir 20 agustus 2008 itu pada akhirnya harus menyerah pada ATRESIA BILIER yang telah menyertainya sejak ia lahir. Bilqis Anindya Passa meninggal pada 10 April 2010 pukul 15.15 di RS Karyadi, Semarang, Jawa Tengah. Bilqis meninggal diakibatkan gagal pernafasan dalam proses sebelum operasi cangkok hati.
Bilqis adalah inspirator bagi banyak orang, masih banyak Bilqis-Bilqis lain yang masih membutuhkan uluran dari tangan para dermawan. Seharusnya kita tidak hanya menunggu peristiwa seperti ini terjadi baru kemudian kita bergerak membantu, kita harus bergerak sebelum banyak peristiwa seperti ini terjadi. Dan kita wajib bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh ALLAH SWT, karena anggota keluarga kita maupun kita sendiri masih diberikan kesehatan lahir dan batin tanpa ada yang kurang.
Sumber :
- http://nasional.kompas.com/read/2010/04/11/14043116/Pelajaran.Cinta.dari.Bilqis
- http://masuk.blogrezzaprawiratama.co.cc/2010/04/pengertian-penderitaan.html
MANUSIA DAN KEADILAN
MANUSIA DAN KEADILAN
PENGERTIAN KEADILAN
-> Secara umum : Keadilan merupakan kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai suatu hal, baik menyangkut benda ataupun orang. Keadilan berlaku bagi seluruh makhluk hidup maupun bagi benda-benda yang ada di alam semesta. Hal ini terjadi dikarenakan adanya keterikatan yang terjadi secara alamiah antara makhluk satu dengan makhluk lainnya, sehingga seluruh makhluk hidup harus berlaku adil terhadap makhluk lainnya.
-> Menurut John Rawls dalam A Theory of Justice (1973) : John Rawls dalam A Theory of Justice (1973) memperkenalkan keadilan prosedural sebagai sebuah alternatif dalam menghadapi era perubahan, Keadilan prosedural tersebut menitik beratkan pada proses lahirnya keadilan, bukan pada keadilan yang dihasilkan. Dengan pengertian tersebut, Rawls mencoba menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan dari sebuah keadilan dapat saja berubah dari waktu ke waktu.
-> Menurut Aristoteles : Keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrim yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung tersebut menyangkut 2 orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah di tetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama.
-> Menurut Plato : Keadilan diproyeksikan pada diri manusia sehingga akan dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
Keadilan dapat terpelihara dengan baik jika ada institusi yang berwenang menangani masalah ini, seperti negara contohnya. Dengan adanya hukum yang dibuat oleh negara, maka negara dapat melakukan kontrol terhadap keadilan itu sendiri, dengan asumsi tidak terjadi penyelewengan oleh oknum-oknum yang kemudian dapat merubah hasil dari keadilan tersebut.
Ada dua prinsip dasar yang dikemukakan oleh Rawls, Equal liberty principle dan Difference principle. Equal liberty principle menjelaskan tentang adanya kesamaan hak dalam memeluk agama, dan juga kebebasan alam berbicara dan mengemukakan pendapat. Sedangkan Difference principle menjelaskan bahwa sesuatu yang berbeda itu juga dapat disebut adil, hal ini dikarenakan oleh berbedanya perbuatan atau usaha yang dilakukan oleh setiap individu, yang kemudian menyebabkan hasil yang diperoleh juga berbeda, seperti contoh; perbedaan penghasilan antara PNS golongan II dengan Golongan III, hal ini disebabkan oleh perbedaan kapasitas, keahlian yang dimiliki, dan lainnya.
Rawls juga menyebutkan bahwa konsep keadilan menurutnya adalah sebuah konsep yang bebas kultur, sehingga untuk mewujudkan prinsip-prinsip keadilan di masyarakat haruslah bersifat fair. Keadilan tersebut harus menguntungkan semua orang dan juga dibuat berdasarkan kesepakatan semua orang. Dengan asumsi bahwa semua orang hanya berfikir tentang hak-hak yang bersifat umum dan mereka mengabaikan hal-hal spesifik yang mereka ketahui. Dengan demikian semua orang dapat berfikir seobjektif mungkin demi mencapai keuntungan bersama, yaitu berupa kebebasan dan kesamaan bagi semua orang dalam masyarakat.
Hedley Bull membedakan tiga tingkatan keadilan dalam politik dunia: pertama, keadilan internasional atau antarnegara, yang pada dasarnya melibatkan pemikiran tentang kedaulatan negara yang sama; kedua, keadilan individu atau manusia, yang pada dasarnya melibatkan pemikiran hak asasi manusia; dan yang ketiga keadilan kosmopolitan atau dunia, yang melibatkan apa yang benar atau baik bagi seluruh dunia.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1. Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
3. Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
4. dan lain sebagainya.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.
Sumber :
http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=5&ved=0CDAQFjAE&url=http%3A%2F%2Fdiahkei.staff.ugm.ac.id%2Ffile%2FTugas%2520Resume%2520justice%2520syamsul.doc&rct=j&q=pengertian%20keadilan&ei=meGRTZeULoTIuAOWzNDxBw&usg=AFQjCNFBmbc1gcP8FKAtRPNvEKZx8E_mDQ&cad=rja
http://fahmiskom.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-keadilan.html
http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/28/manusia-dan-keadilan/
PENGERTIAN KEADILAN
-> Secara umum : Keadilan merupakan kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai suatu hal, baik menyangkut benda ataupun orang. Keadilan berlaku bagi seluruh makhluk hidup maupun bagi benda-benda yang ada di alam semesta. Hal ini terjadi dikarenakan adanya keterikatan yang terjadi secara alamiah antara makhluk satu dengan makhluk lainnya, sehingga seluruh makhluk hidup harus berlaku adil terhadap makhluk lainnya.
-> Menurut John Rawls dalam A Theory of Justice (1973) : John Rawls dalam A Theory of Justice (1973) memperkenalkan keadilan prosedural sebagai sebuah alternatif dalam menghadapi era perubahan, Keadilan prosedural tersebut menitik beratkan pada proses lahirnya keadilan, bukan pada keadilan yang dihasilkan. Dengan pengertian tersebut, Rawls mencoba menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan dari sebuah keadilan dapat saja berubah dari waktu ke waktu.
-> Menurut Aristoteles : Keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrim yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung tersebut menyangkut 2 orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah di tetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama.
-> Menurut Plato : Keadilan diproyeksikan pada diri manusia sehingga akan dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
Keadilan dapat terpelihara dengan baik jika ada institusi yang berwenang menangani masalah ini, seperti negara contohnya. Dengan adanya hukum yang dibuat oleh negara, maka negara dapat melakukan kontrol terhadap keadilan itu sendiri, dengan asumsi tidak terjadi penyelewengan oleh oknum-oknum yang kemudian dapat merubah hasil dari keadilan tersebut.
Ada dua prinsip dasar yang dikemukakan oleh Rawls, Equal liberty principle dan Difference principle. Equal liberty principle menjelaskan tentang adanya kesamaan hak dalam memeluk agama, dan juga kebebasan alam berbicara dan mengemukakan pendapat. Sedangkan Difference principle menjelaskan bahwa sesuatu yang berbeda itu juga dapat disebut adil, hal ini dikarenakan oleh berbedanya perbuatan atau usaha yang dilakukan oleh setiap individu, yang kemudian menyebabkan hasil yang diperoleh juga berbeda, seperti contoh; perbedaan penghasilan antara PNS golongan II dengan Golongan III, hal ini disebabkan oleh perbedaan kapasitas, keahlian yang dimiliki, dan lainnya.
Rawls juga menyebutkan bahwa konsep keadilan menurutnya adalah sebuah konsep yang bebas kultur, sehingga untuk mewujudkan prinsip-prinsip keadilan di masyarakat haruslah bersifat fair. Keadilan tersebut harus menguntungkan semua orang dan juga dibuat berdasarkan kesepakatan semua orang. Dengan asumsi bahwa semua orang hanya berfikir tentang hak-hak yang bersifat umum dan mereka mengabaikan hal-hal spesifik yang mereka ketahui. Dengan demikian semua orang dapat berfikir seobjektif mungkin demi mencapai keuntungan bersama, yaitu berupa kebebasan dan kesamaan bagi semua orang dalam masyarakat.
Hedley Bull membedakan tiga tingkatan keadilan dalam politik dunia: pertama, keadilan internasional atau antarnegara, yang pada dasarnya melibatkan pemikiran tentang kedaulatan negara yang sama; kedua, keadilan individu atau manusia, yang pada dasarnya melibatkan pemikiran hak asasi manusia; dan yang ketiga keadilan kosmopolitan atau dunia, yang melibatkan apa yang benar atau baik bagi seluruh dunia.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1. Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
3. Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
4. dan lain sebagainya.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.
Sumber :
http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=5&ved=0CDAQFjAE&url=http%3A%2F%2Fdiahkei.staff.ugm.ac.id%2Ffile%2FTugas%2520Resume%2520justice%2520syamsul.doc&rct=j&q=pengertian%20keadilan&ei=meGRTZeULoTIuAOWzNDxBw&usg=AFQjCNFBmbc1gcP8FKAtRPNvEKZx8E_mDQ&cad=rja
http://fahmiskom.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-keadilan.html
http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/28/manusia-dan-keadilan/
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Manusia dan Pandangan Hidup dapat diartikan sebagai pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup didunia berdasarkan sebuah pengalaman yang telah dialami seseorang menurut waktu dan tempat hidupnya.
Asal muasal pandangan hidup :
- Agama : pandangan hidup yang mutlak adanya
- Ideologi : disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut
- Hasil renungan : pandangan hidup yang relatif kebenarannya
Unsur – unsur pandangan hidup :
- Cita-cita yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha dan perjuangan
- Kebajikan segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai dan tentram
- Usaha dan perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan
- Keyakinan dan kepercayaan adalah hal terpenting dalam hidup manusia
Dengan memiliki pandangan hidup (konsepsi tentang kehidupannya) maka manusia merasa
mempunyai peta dan rencana untuk mengarahkan kehidupannya agar lebih berarti. Hal itu
tergantung dari pandangan ekonomi yang dimilikinya apakah menganut Kapitalisme
ataukah Sosialisme yang nantinya memunculkan juga manusia yang cenderung ingin
mempunyai kekuasaan, bermasyarakat, berpengetahuan dan memiliki rasa berkesenian dan
beragama.
Pandangan hidup akan berhubungan dengan cita-cita seseorang dimana cita-cita harus
diiringi juga dengan kualitas, kemampuan dan tinggi-rendahnya cita-cita dari manusia
tersebut.
Untuk menggapai cita-cita harus diiringi juga dengan kebajikan maupun etika dimana hal
tersebut tergantung dari bentuk masyarakatnya, apakah tradisional (Gemeinschaft, dimana kebajikan dan etika berbentuk adat istiadat dan norma-norma) ataukah modern (Gesellschaft, kebajikan dan etika termasuk dalam kehidupan bersosial, jurnalistik dan politik).
Sumber :
- http://www.docstoc.com/docs/74836688/Manusia-dan-Pandangan-Hidup
- http://anthoine.multiply.com/journal/item/201/Manusia_dan_Pandangan_Hidup
Manusia dan Pandangan Hidup dapat diartikan sebagai pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup didunia berdasarkan sebuah pengalaman yang telah dialami seseorang menurut waktu dan tempat hidupnya.
Asal muasal pandangan hidup :
- Agama : pandangan hidup yang mutlak adanya
- Ideologi : disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut
- Hasil renungan : pandangan hidup yang relatif kebenarannya
Unsur – unsur pandangan hidup :
- Cita-cita yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha dan perjuangan
- Kebajikan segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai dan tentram
- Usaha dan perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan
- Keyakinan dan kepercayaan adalah hal terpenting dalam hidup manusia
Dengan memiliki pandangan hidup (konsepsi tentang kehidupannya) maka manusia merasa
mempunyai peta dan rencana untuk mengarahkan kehidupannya agar lebih berarti. Hal itu
tergantung dari pandangan ekonomi yang dimilikinya apakah menganut Kapitalisme
ataukah Sosialisme yang nantinya memunculkan juga manusia yang cenderung ingin
mempunyai kekuasaan, bermasyarakat, berpengetahuan dan memiliki rasa berkesenian dan
beragama.
Pandangan hidup akan berhubungan dengan cita-cita seseorang dimana cita-cita harus
diiringi juga dengan kualitas, kemampuan dan tinggi-rendahnya cita-cita dari manusia
tersebut.
Untuk menggapai cita-cita harus diiringi juga dengan kebajikan maupun etika dimana hal
tersebut tergantung dari bentuk masyarakatnya, apakah tradisional (Gemeinschaft, dimana kebajikan dan etika berbentuk adat istiadat dan norma-norma) ataukah modern (Gesellschaft, kebajikan dan etika termasuk dalam kehidupan bersosial, jurnalistik dan politik).
Sumber :
- http://www.docstoc.com/docs/74836688/Manusia-dan-Pandangan-Hidup
- http://anthoine.multiply.com/journal/item/201/Manusia_dan_Pandangan_Hidup
Selasa, 22 Februari 2011
Membahas Lirik Sebuah Lagu
IWAN FALS
NEGARA
Negara harus bebas biaya pendidikan
Negara harus bebas biaya kesehatan 1
Negara harus ciptakan pekerjaan
Negara harus adil tidak memihak
Itulah tugas negara
Itulah gunanya negara 2
Itulah artinya negara
Tempat kita bersandar dan berharap
Kenapa tidak orang kita kaya raya
Baik alamnya maupun manusianya 3
Dan ini yang kita pelajari sejak bayi
Hanya saja kita tak pandai mengolahnya
Oleh karena itu bebaskan biaya pendidikan
Biar kita pandai mengarungi samudra hidup 4
Biar kita tak mudah dibodohi dan ditipu
Oleh karena itu biarkan kami sehat
Agar mampu menjaga kedaulatan tanah air ini
Negara... negara... 5
Negara harus seperti ini
Bukan hanya di sorga di duniapun bisa
Negara... negara...
Negara harus begitu 6
Kalau tidak bubarkan saja
Atau ku adukan pada Sang Sepi
Negara harus berikan rasa aman
Negara harus hormati setiap keyakinan 7
Negara harus bersahabat dengan alam
Negara harus menghargai kebebasan
Menurut saya :
Dalam penggalan lirik pertama jelas menerangkan bahwa kita sebagai rakyat indonesia menginginkan bebas dari biaya pendidikan yang selalu menjadi masalah dalam rumah tangga. Biaya pendidikan yang semakin tinggi dapat menimbulkan ketidakinginan orang dalam mengejar ilmu, karena mereka tidak hanya memikirkan biaya pendidikan yang tinggi. Biaya untuk membeli buku pelajaran, biaya untuk kehidupan sehari-hari, biaya untuk membeli seragam, dan biaya-biaya lainnya. Tetapi semua itu di zaman reformasi ini, sudah dapat teratasi sedikit demi sedikit dengan diadakannya “WAJIB BELAJAR 9 TAHUN”. Tetapi program Pemerintah tersebut masih menjadi masalah bagi mereka yang benar-benar belum mampu untuk bersekolah, karena masalah biaya seragam dan buku yang harus mereka beli sendiri tanpa ada bantuan dari Pemerintah. Dan program Pemerintah tersebut masih kurang efektif, karena setelah lulus dari SMP (setelah belajar 9 tahun), mereka yang ingin melanjutkan belajar masih dihadapkan kepada masalah biaya untuk masuk ke SMA. Karena yang saya tahu, tahun ini untuk bisa masuk ke SMA yang diinginkan tidak sedikit biaya dan tenaga yang harus dikeluarkan oleh setiap pelajar SMP dan orang tua mereka. Dan yang pernah saya alami, didalam Sekolah Menengah Atas (tempat saya dahulu belajar). Masih banyak pelanggaran yang terjadi, dan Pemerintah belum mengetahui pelanggaran apa saja yang telah terjadi hingga sekarang. Dahulu kami diwajibkan mengikuti “Perpisahan Sekolah” dengan biaya yang sungguh besar, jika kami semua tidak mengikuti program sekolah tersebut kami tidak diluluskan oleh sekolah. Namun kenyataannya banyak dari teman-teman saya termasuk saya sendiri tidak mengikuti program sekolah tersebut, karena menurut kami program tersebut hanya menguntungkan guru dan staff sekolah tersebut.
Indonesia sekarang sudah lebih maju dalam bidang kesehatan, sehingga banyak orang yang meninggalkan tradisi lama mereka dalam mengatasi berbagai macam penyakit. Tetapi untuk melakukan pengobatan agar mencapai hasil yang maksimal, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Tidak hanya berlaku untuk orang yang mempunyai kelebihan harta, orang-orang yang hidup serba kekurangan pun disusahkan dengan mencari pengobatan yang lebih murah. Karena tidak mempunyai uang, banyak orang yang tidak mau berobat ke rumah sakit. Akibatnya banyak korban yang tidak terselamatkan karena tidak cepat tanggap dalam mengatasi penyakit tersebut. Pemerintah sekarang ini telah memudahkan pengobatan bagi orang-orang yang kekurangan, walaupun mereka harus bersusah payah untuk mengurus surat-surat keterangan bahwa mereka orang-orang kurang mampu. Dan di Indonesia banyak terjadi kasus, rumah sakit tidak mau melayani pasien yang tidak mempunyai uang. Kasus tersebut tidak cepat ditanggapi oleh Pemerintah, akibatnya banyak korban yang tidak terselamatkan karena tidak cepat ditolong untuk diobati. Dan bukan hanya masalah biaya berobat yang menjadi topik, tetapi masalah harga obat yang mahal juga harus diperhatikan. Obat-obat yang disarankan oleh dokter setelah berobat tidak tergolong murah, tetapi Pemerintah memberikan solusi dengan mengeluarkan obat-obat generic. Obat-obat tersebut tidak semahal obat-obat pada umumnya. Tetapi obat generic tidak ditemukan disembarang toko atau warung. Jika obat tersebut di jual secara bebas, tidak ada yang akan mengawasi secara ketat pendistribusian obat tersebut. Maka, Pemerintah hanya mengizinkan beberapa toko/apotik, untuk menjual obat generic tersebut.
Di Indonesia lahan pekerjaan memang tergolong luas, tetapi banyak orang yang berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih menghasilkan banyak uang. Dan masalah pun bermunculan akibat banyaknya orang-orang yang berpindah dari desa ke kota, seperti kota Jakarta yang menjadi tujuan semua orang untuk mencari pekerjaan. Sebenarnya, di kota Jakarta tidak banyak lapangan pekerjaan yang tersedia, maka banyak orang yang menjadi pengangguran dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang yang berlimpah.
Indonesia memiliki tuntunan untuk hidup bernegara yang lengkap. Seperti yang tertulis dalam Pancasila, UUD 1945, UU, TAP MPR, dan lain-lain. Dalam Pancasila tertulis dalam sila ke-4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan”. Dalam sila tersebut jelas menerangkan bahwa kita hidup dikelilingi oleh aturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dan semua aturan dan norma-norma tersebut semata-mata bukan dibuat untuk keamanan saja. Tetapi semua itu dibuat agar semua orang yang mengetahui aturan dan norma-norma tidak berbuat yang melanggar aturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Dalam lirik kedua sudah jelas sekali bahwa arti, tujuan dan tugas sebuah Negara. Dan masyarakat yang hidup didalam Negara tersebut hanya mengikuti semua yang telah diatur di dalam Negara tersebut. Rakyat memang mempunyai hak untuk memilih seorang pemimpin, menyuarakan pendapatnya dan lain-lain. Tetapi hak tersebut tidak dapat langsung dilakukan secara sepihak, harus mendapat persetujuan dari semua yang hidup dan tinggal didalam Negara tersebut.
Dalam lirik keempat, banyak masyarakat di Indonesia yang kekurangan pengetahuan dalam bidang apapun. Itu dikarenakan masalah biaya sekolah, biaya seragam, biaya hidup sehari-hari, biaya buku dan biaya-biaya lainnya yang mereka harus pertimbangkan. Karena kekurangan pengetahuan, banyak orang-orang yang di bodohi dan ditipu, seperti kasus penggelapan pajak sekarang ini. Semua itu terjadi karena kurangnya pendidikan. Jika mereka mempunyai bekal pendidikan yang layak dan cukup, kemungkinan besar mereka tidak akan dibodohi dan ditipu.
Dalam lirik ketujuh tersebut menerangkan bahwa sebuah Negara harus menjamin setiap hak-hak Warga Negaranya terlaksana dengan baik. Negara harus bisa memberikan rasa aman, nyaman dan tentram agar Warga Negaranya tidak membuat kerusuhan dalam hidup bermasyarakat. Negara dan Warga Negaranya juga harus bisa menghormati setiap keyakinan yang dijalankan oleh Warga Negara lainnya, selama keyakinan tersebut tidak disalah-gunakan. Negara dan Warga Negara harus bisa menjaga alam disekitar mereka. Tidak boleh menebang pohon sembarangan, tidak boleh membuang sampah sembarangan, tidak boleh memburu binatang yang menjadi binatang yang dilindungi dan lainnya. Warga Negara harus bisa menjaga keutuhan alam disekitar mereka, lindungi semua keindahan alam yang telah ada sebelum kita lahir hingga sekarang. Dan janganlah mendirikan bangunan liar sembarangan, karena itu dapat menyebabkan masalah yang merugikan semua orang. Negara harus menghargai kebebasan setiap Warga Negaranya. Bukan hanya Negara yang harus menghargai kebebasan setiap Warga Negara, Warga negara juga harus menghargai kebebasan Warga Negara yang lain. Banyak kasus yang terjadi jika kita tidak bisa menghargai kebebasan seseorang, berbeda pendapat itu termasuk kebebasan dalam hidup berNegara, tetapi banyak orang yang tidak mau menghargai pendapat orang lain dan mendahulukan pendapatnya sendiri. Kasus tersebut banyak kita temui disekitar kita dalam hidup bermasyarakat maupun berNegara.
sumber : http://www.chordfrenzy.com/chord/340/iwan-fals-negara-kord-lirik-lagu
NEGARA
Negara harus bebas biaya pendidikan
Negara harus bebas biaya kesehatan 1
Negara harus ciptakan pekerjaan
Negara harus adil tidak memihak
Itulah tugas negara
Itulah gunanya negara 2
Itulah artinya negara
Tempat kita bersandar dan berharap
Kenapa tidak orang kita kaya raya
Baik alamnya maupun manusianya 3
Dan ini yang kita pelajari sejak bayi
Hanya saja kita tak pandai mengolahnya
Oleh karena itu bebaskan biaya pendidikan
Biar kita pandai mengarungi samudra hidup 4
Biar kita tak mudah dibodohi dan ditipu
Oleh karena itu biarkan kami sehat
Agar mampu menjaga kedaulatan tanah air ini
Negara... negara... 5
Negara harus seperti ini
Bukan hanya di sorga di duniapun bisa
Negara... negara...
Negara harus begitu 6
Kalau tidak bubarkan saja
Atau ku adukan pada Sang Sepi
Negara harus berikan rasa aman
Negara harus hormati setiap keyakinan 7
Negara harus bersahabat dengan alam
Negara harus menghargai kebebasan
Menurut saya :
Dalam penggalan lirik pertama jelas menerangkan bahwa kita sebagai rakyat indonesia menginginkan bebas dari biaya pendidikan yang selalu menjadi masalah dalam rumah tangga. Biaya pendidikan yang semakin tinggi dapat menimbulkan ketidakinginan orang dalam mengejar ilmu, karena mereka tidak hanya memikirkan biaya pendidikan yang tinggi. Biaya untuk membeli buku pelajaran, biaya untuk kehidupan sehari-hari, biaya untuk membeli seragam, dan biaya-biaya lainnya. Tetapi semua itu di zaman reformasi ini, sudah dapat teratasi sedikit demi sedikit dengan diadakannya “WAJIB BELAJAR 9 TAHUN”. Tetapi program Pemerintah tersebut masih menjadi masalah bagi mereka yang benar-benar belum mampu untuk bersekolah, karena masalah biaya seragam dan buku yang harus mereka beli sendiri tanpa ada bantuan dari Pemerintah. Dan program Pemerintah tersebut masih kurang efektif, karena setelah lulus dari SMP (setelah belajar 9 tahun), mereka yang ingin melanjutkan belajar masih dihadapkan kepada masalah biaya untuk masuk ke SMA. Karena yang saya tahu, tahun ini untuk bisa masuk ke SMA yang diinginkan tidak sedikit biaya dan tenaga yang harus dikeluarkan oleh setiap pelajar SMP dan orang tua mereka. Dan yang pernah saya alami, didalam Sekolah Menengah Atas (tempat saya dahulu belajar). Masih banyak pelanggaran yang terjadi, dan Pemerintah belum mengetahui pelanggaran apa saja yang telah terjadi hingga sekarang. Dahulu kami diwajibkan mengikuti “Perpisahan Sekolah” dengan biaya yang sungguh besar, jika kami semua tidak mengikuti program sekolah tersebut kami tidak diluluskan oleh sekolah. Namun kenyataannya banyak dari teman-teman saya termasuk saya sendiri tidak mengikuti program sekolah tersebut, karena menurut kami program tersebut hanya menguntungkan guru dan staff sekolah tersebut.
Indonesia sekarang sudah lebih maju dalam bidang kesehatan, sehingga banyak orang yang meninggalkan tradisi lama mereka dalam mengatasi berbagai macam penyakit. Tetapi untuk melakukan pengobatan agar mencapai hasil yang maksimal, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Tidak hanya berlaku untuk orang yang mempunyai kelebihan harta, orang-orang yang hidup serba kekurangan pun disusahkan dengan mencari pengobatan yang lebih murah. Karena tidak mempunyai uang, banyak orang yang tidak mau berobat ke rumah sakit. Akibatnya banyak korban yang tidak terselamatkan karena tidak cepat tanggap dalam mengatasi penyakit tersebut. Pemerintah sekarang ini telah memudahkan pengobatan bagi orang-orang yang kekurangan, walaupun mereka harus bersusah payah untuk mengurus surat-surat keterangan bahwa mereka orang-orang kurang mampu. Dan di Indonesia banyak terjadi kasus, rumah sakit tidak mau melayani pasien yang tidak mempunyai uang. Kasus tersebut tidak cepat ditanggapi oleh Pemerintah, akibatnya banyak korban yang tidak terselamatkan karena tidak cepat ditolong untuk diobati. Dan bukan hanya masalah biaya berobat yang menjadi topik, tetapi masalah harga obat yang mahal juga harus diperhatikan. Obat-obat yang disarankan oleh dokter setelah berobat tidak tergolong murah, tetapi Pemerintah memberikan solusi dengan mengeluarkan obat-obat generic. Obat-obat tersebut tidak semahal obat-obat pada umumnya. Tetapi obat generic tidak ditemukan disembarang toko atau warung. Jika obat tersebut di jual secara bebas, tidak ada yang akan mengawasi secara ketat pendistribusian obat tersebut. Maka, Pemerintah hanya mengizinkan beberapa toko/apotik, untuk menjual obat generic tersebut.
Di Indonesia lahan pekerjaan memang tergolong luas, tetapi banyak orang yang berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih menghasilkan banyak uang. Dan masalah pun bermunculan akibat banyaknya orang-orang yang berpindah dari desa ke kota, seperti kota Jakarta yang menjadi tujuan semua orang untuk mencari pekerjaan. Sebenarnya, di kota Jakarta tidak banyak lapangan pekerjaan yang tersedia, maka banyak orang yang menjadi pengangguran dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang yang berlimpah.
Indonesia memiliki tuntunan untuk hidup bernegara yang lengkap. Seperti yang tertulis dalam Pancasila, UUD 1945, UU, TAP MPR, dan lain-lain. Dalam Pancasila tertulis dalam sila ke-4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan”. Dalam sila tersebut jelas menerangkan bahwa kita hidup dikelilingi oleh aturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dan semua aturan dan norma-norma tersebut semata-mata bukan dibuat untuk keamanan saja. Tetapi semua itu dibuat agar semua orang yang mengetahui aturan dan norma-norma tidak berbuat yang melanggar aturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Dalam lirik kedua sudah jelas sekali bahwa arti, tujuan dan tugas sebuah Negara. Dan masyarakat yang hidup didalam Negara tersebut hanya mengikuti semua yang telah diatur di dalam Negara tersebut. Rakyat memang mempunyai hak untuk memilih seorang pemimpin, menyuarakan pendapatnya dan lain-lain. Tetapi hak tersebut tidak dapat langsung dilakukan secara sepihak, harus mendapat persetujuan dari semua yang hidup dan tinggal didalam Negara tersebut.
Dalam lirik keempat, banyak masyarakat di Indonesia yang kekurangan pengetahuan dalam bidang apapun. Itu dikarenakan masalah biaya sekolah, biaya seragam, biaya hidup sehari-hari, biaya buku dan biaya-biaya lainnya yang mereka harus pertimbangkan. Karena kekurangan pengetahuan, banyak orang-orang yang di bodohi dan ditipu, seperti kasus penggelapan pajak sekarang ini. Semua itu terjadi karena kurangnya pendidikan. Jika mereka mempunyai bekal pendidikan yang layak dan cukup, kemungkinan besar mereka tidak akan dibodohi dan ditipu.
Dalam lirik ketujuh tersebut menerangkan bahwa sebuah Negara harus menjamin setiap hak-hak Warga Negaranya terlaksana dengan baik. Negara harus bisa memberikan rasa aman, nyaman dan tentram agar Warga Negaranya tidak membuat kerusuhan dalam hidup bermasyarakat. Negara dan Warga Negaranya juga harus bisa menghormati setiap keyakinan yang dijalankan oleh Warga Negara lainnya, selama keyakinan tersebut tidak disalah-gunakan. Negara dan Warga Negara harus bisa menjaga alam disekitar mereka. Tidak boleh menebang pohon sembarangan, tidak boleh membuang sampah sembarangan, tidak boleh memburu binatang yang menjadi binatang yang dilindungi dan lainnya. Warga Negara harus bisa menjaga keutuhan alam disekitar mereka, lindungi semua keindahan alam yang telah ada sebelum kita lahir hingga sekarang. Dan janganlah mendirikan bangunan liar sembarangan, karena itu dapat menyebabkan masalah yang merugikan semua orang. Negara harus menghargai kebebasan setiap Warga Negaranya. Bukan hanya Negara yang harus menghargai kebebasan setiap Warga Negara, Warga negara juga harus menghargai kebebasan Warga Negara yang lain. Banyak kasus yang terjadi jika kita tidak bisa menghargai kebebasan seseorang, berbeda pendapat itu termasuk kebebasan dalam hidup berNegara, tetapi banyak orang yang tidak mau menghargai pendapat orang lain dan mendahulukan pendapatnya sendiri. Kasus tersebut banyak kita temui disekitar kita dalam hidup bermasyarakat maupun berNegara.
sumber : http://www.chordfrenzy.com/chord/340/iwan-fals-negara-kord-lirik-lagu
Langganan:
Postingan (Atom)